Kamis, 07 Mei 2020

Jiwa Ku

Hai,,

Kau tahu terkadang aku tidak mengenal diriku. Aku menemukan diriku tidak berdaya, aku cemas dan merasa tertipu dengan semua hal, aku gundah, jiwaku meronta. Aku seperti terikat dan aku sesak membutuhkan udara untuk bernapas.

Harapku dan cemasku bersatu, ada yang lain di jiwaku, sesuatu yang liar dan cepat, jiwa yang cepat bosan, tidak terlalu menyukai peraturan, tidak menyukai kerepotan yang monoton itu. Kembali lagi dia menyapaku dan aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, aku merenung, jiwaku gundah, aku terbangun dimalam hari, mengulang pikiran yang sama, mencari apa yang salah dan keliru dalam diri ini. Merenung, berpikir sejenak sampai kapan aku akan seperti ini? tanpa pikiran yang pasti

Usia tidak muda lagi, pencapaian pun belum ada yang jelas, kecuali untuk senang-senang seorang diri. Tidak ada yang pasti, aku merenung lagi. Mereka bilang jangan terlalu banyak merenung, jalani saja. Tapi aku merasa tidak demikian, aku tidak bolah hanya berjalan tanpa arah yang pasti, aku meragukan kemampuanku itulah sisi terburuk diriku, aku belum mencapai rasa percaya diri yang maksimal, aku sering membandingkan kemampuan ku dengan orang lain, aku lupa bahwa semua Tuhan ciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

God, what happen with me, with my heart, with my soul?

Aku gelisah dan aku gentar menghadapi hidup terkadang. Aku tida tahu kenapa?

Jiwaku meronta, aku butuh engkau God,.

Aku akan hanyut dibawa arus pikiranku sendiri, tenangkan jiwaku

Aku ingin tenang, aku ingin menemukan diriku, menemukan passionku, bukan karena aku butuh uang dan aku bekerja, karena aku tidak menyukai ni, aku menemukan diriku saat aku travelling, menikmati matahari terbenam dari belahan bumi yang lain, aku menemukan diriku saat aku mendaki gunung itu, aku menemukan diriku saat aku tersesat dan berkelana, saat aku berani menghadapi rasa takutku.

Something goes wrong maybe? But it happen

Ataukah rasa pemberontak dalam diriku muncul?

Ataukah aku mempunyai sesuatu yang lain dalam jiwaku, sehingga aku jarang betah dengan aktivitas yang sama , dan kupikirkan lagi aku belum mempunyai keahlian lain, seharusnya aku punya sehingga aku boleh berkelana dari satu tempat ke tampat lain dengan bebas.

Dear Myself ,,beritahu aku ketika kamu sudah lelah atau mungkin saat aku meminta berlebihan padamu, ingatkan aku saaat semua udah benar tapi aku masih ingin berjalan, aku hanya ingin berjalan lagi, entah kemana, berjalan lagi, mengembara lagi, berkeliling melihat kehidupan dibelahan bumi yang lain, tersenyum, tertawa dan pulang. Sesuatu yang tidak tahu apa, yang akan membuatku berhenti dan mencintai dengan tetap, entah apa yang akan membuatku mencintai hal sama dengan berulang-ulang.

Sampai aku tahu dan mengerti apa itu, aku harus berjalan lagi, lagi dan lagi sampai aku lelah, lelah dan jiwaku berkata berhenti dan mencintai aktivitas yang berulang-ulang itu yang kelak engkau katakan yang paling menyenangkan untuk dilakukan.

Suatu hari nanti………

 

Sarida


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar